Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Langkah-langkah Strategis dalam Menghadapi AEC 2015

Indonesia akan dapat ikut berperan dalam AEC jika dapat meningkatkan daya saing dan mengejar ketertinggalan dari negara anggota ASEAN lainnya. Untuk itu, diperlukan suatu langkah-langkah strategis, di antaranya:
  1. Penyesuaian, persiapan dan perbaikan regulasi baik secara kolektif maupun individual (reformasi regulasi);
  2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia baik dalam birokrasi maupun dunia usaha ataupun profesional;
  3. Penguatan posisi usaha skala menegah, kecil, dan usaha pada umumnya;
  4. Penguatan kemitraan antara sektor publik dan swasta;
  5. Menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mengurangi ekonomi biaya tinggi, yang juga merupakan tujuan utama pemerintah dalam program reformasi komprehensif di berbagai bidang seperti perpajakan, kepabeanan, dan birokrasi;
  6. Pengembangan sektor-sektor prioritas yang berdampak luas dan komoditi unggulan;
  7. Peningkatan partisipasi institusi pemerintah maupun swasta untuk mengimplementasikan AEC Blueprint;
  8. Reformasi kelembagaan dan kepemerintahan. Pada hakikatnya AEC Blueprint juga merupakan program reformasi bersama yang dapat dijadikan referensi bagi reformasi di Negara Anggota ASEAN termasuk Indonesia;
  9. Penyediaan kelembagaan dan permodalan yang mudah diakses oleh pelaku usaha dari berbagai skala;
  10. Perbaikan infrastruktur fisik melalui pembangunan atau perbaikan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, jalan tol, pelabuhan, revitalisasi, dan restrukturisasi industri. 
Kamis, 21 Agustus 2014
Posted by ahmad hamdi
Tag :

4 Hal yang Harus Diperhatikan Jika Ingin Bersaing di Pasar Ekspor

Meraup pasar ekspor sudah pasti menjadi impian setiap pebisnis. Berbagai cara promosi, mulai dari mengikuti pameran, hingga menitipkan barang kepada handai taulan yang bermukim di luar negeri dilakukan untuk mengeruk pasar internasional. Bagi anda yang berencana merentangkan sayap ke pasar internasional ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Perhatikan standar mutu produk
Sebelum mengekspor produk Anda ke luar negeri, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu kualitas produk Anda agar sesuai dengan standar mutu di pasaran internasional. Permasalahan ini seringkali dihadapi para pelaku usaha, sebab barang yang mereka tawarkan belum sesuai dengan standar kualitas produk negara tujuan ekspor. Oleh karena itu, pastikan produk Anda memiliki kualitas unggul serta mengantongi izin industri dari pihak-pihak yang bersangkutan.
2. Menjaga konsistensi pasokan produk
Eksportir dituntut untuk bisa menjaga konsistensi pasokan barangnya dan meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi permintaan pasar ekspor yang semakin hari semakin besar.
3. Memahami aturan ekspor-impor
Salah satu permasalahan yang sering dihadapi para pelaku bisnis yaitu kurangnya pemahaman mereka mengenai beberapa aturan ekspor impor baik di negara asal maupun negara tujuan. Anda perlu dalami peraturan di Negara tujuan untuk mengetahui produk-produk apa saja yang sekiranya boleh maupun yang tidak boleh diekspor ke negara tujuan. Sehingga para pelaku usaha tidak salah memilih calon buyer, serta bisa menjalankan kerjasama ekspor impor dengan lancar.
4. Mengetahui prosedur teknis ekspor
Anda perlu mengetahui prosedur-prosedur teknis yang perlu dijalankan para eksportir. Mulai dari prosedur administrasi yang perlu dilengkapi, prosedur bea cukai, peralatan dan perlengkapan, serta prosedur pembayaran yang biasa digunakan dalam kegiatan ekspor impor. Yang sering terjadi adalah produk yang sudah siap dikirim tertahan karena dokumen-dokumen belum lengkap.
Rabu, 13 Agustus 2014
Posted by ahmad hamdi

Cara Memulai Peluang Usaha di Bidang Jasa dengan Baik

Setiap orang punya ketrampilan, pengetahuan, mungkin juga pengalaman dan siapapun juga dapat mengubah aset tersebut menjadi sesuatu yang menghasilkan keuntungan dalam bentuk uang. Setiap orang memiliki kualitas, karena masing-masing punya ketrampilan dan pengetahuan dimana orang lain bersedia membayar dalam bentuk jasa, atau mereka bersedia membayar kita untuk mengajarkan ketrampilan atau pengetahuan yang kita miliki.
Tak ada batasan dalam menjual jasa, siapapun yang berkebutuhan atau punya keinginan untuk menghasilkan tambahan pemasukan dapat menjalankan usaha dalam bentuk jasa, terlepas dari faktor umur, pengalaman berwirausaha, pendidikan maupun sumber finansial.
Apakah keuntungan dari usaha jasa?
Banyak keuntungan yang didapat dengan merintis usaha menjual jasa ini. Keuntungan yang diperoleh diantaranya adalah karena kita menjadi bos bagi diri sendiri kita sendiri dan masa depan kita, adalah kita sendiri yang menetukan, bukan orang lain. Bekerja sendiri adalah sebuah kebebasan dan kemandirian, yang tak didapatkan jika kita bekerja untuk orang lain. Membangun usaha sendiri juga memberikan potensi tambahan penghasilan, bisa saja dua kali lipat, atau lima bahkan sepuluh kali lipat dibanding yang biasa kita dapatkan di tempat kerja orang lain.
Karena ketika kita bekerja untuk orang lain, hanya ada diri kita dan begitu banyak jam dalam sehari untuk menghasilkan upah atau gaji. Namun, Ketika menjalankan usaha sendiri, yang kita andalkan adalah diri sendiri bahkan mempekerjakan orang tau karyawan untuk meningkatkan pendapatan kita. Kita bisa membidik konsumen atau pelanggan dan menemukan lebih banyak lagi orang untuk membeli jasa kita dan juga bisa menggandakan model bisnis dan membuka area baru untuk melayani lebih banyak konsumen dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar lagi.
Namun itu semua tak bisa kita dapatkan jika bekerja di tempat orang lain, kalaupun kita bisa melakukannya, maka akan menguntungkan pemilik usaha secara finansial ketimbang kita sendiri. Memaksimalkan ketrampilan Anda Tak usah khawatir jika ketrampilan dan pengalaman bisnis yang kita miliki kurang memadai, seperti di bidang pengelolaan waktu, kontak penjualan, negosiasi, pembukuan, dan kemampuan dalam menciptakan iklan yang efektif.
Tak perlu dipertanyakan lagi bahwa semua ketrampilan ini penting untuk dimiliki setiap pelaku usaha, namun dalam waktu yang bersamaan ada juga ketrampilan yang bisa dipelajari dan dikuasai sambil menjalankan usaha. Namun demikian, yang terpenting yaitu “Ketrampilan apa yang kita punya untuk bisa dijual menjadi peluang usaha jasa?” Apapun ketrampilan yang kita miliki, bisa menjadi ketrampilan terbaik dan merupakan aset terbesar kita.
Jika kita tahu bagaimana membuat rencana dan mengadakan sebuah pesta, itu juga merupakan ketrampilan dimana orang bersedia membayar kita untuk merencanakan dan mengelola acaranya. Jika kitaa mengetahui bagaimana memainkan piano, ini juga merupakan ketrampilan dimana orang lain akan membayar kita jika kita mengajarinya. Dan berlaku untuk semua ketrampilan yang kita miliki untuk kita jual jasanya. Perlu kita buang jauh-jauh pola pikir yang selalu menyatakan “ada uang bisa berkembang”. Membuka dan Memulai usaha tanpa modal uang, merupakan langkah awal terbaik untuk membangun karakter jiwa usahawan.
Posted by ahmad hamdi
Tag : ,

10 Kiat Sukses Membuka Usaha Makanan

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan usaha kecil menengah (UKM) di beberapa daerah di Indonesia, rata-rata pendapatan para pengusaha makanan dan minuman kaki lima dan rumahan berada di atas rata-rata upah minimum regional (UMR), menarik bukan? Anda seorang pengangguran, pelajar, ibu rumah tangga atau pegawai sekalipun dapat melakukannya, karena usaha makanan dapat di lakukan dengan modal sekecil apapun dan tanpa banyak menyita waktu.
Untuk mempermudahnya saya akan mencoba membaginya dalam beberapa kelompok :

1. kelompok usaha yang menjual makanan pokok sehari-hari seperti Rumah Makan Padang, Warung Tegal, warung nasi sederhana, nasi goreng atau nasi pecel lele.
2. Kelompok usaha makanan pengganti makanan pokok, seperti bubur, mie ayam, bakso, soto, sate, atau batagor.
3. kelompok usaha jajanan, seperti roti bakar, aneka kue, martabak, pisang bakar, gorengan, cireng, cilok atau somay.
4. kelompok usaha berbagai macam minuman, seperti es buah, es campur, jus, es kelapa muda, es cendok, es dawet hingga es teh sisri.
“Sebaiknya Anda memilih yang memang sesuai dengan keahlian dan minat Anda, sehingga dapat menjalankan usaha dengan nyaman dan tanpa beban. Satu hal yang harus Anda hindari adalah membuka usaha hanya karena mengikuti tren, tanpa tahu cara menjalankannya,”.
Adapun hal-hal yang perlu di perhatikan dalam memulai usaha makanan adalah :
1. Modal awal usaha
   Banyak cara untuk menutupi kekurangan modal, misalnya melalui mencari rekanan yang bisa diajak kerja sama, meminjam ke koperasi atau bank melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk pelaku UKM.
   
     Bila modal anda sangat tipis dan ingin melakukannya sendiri itu lebih baik, karena anda tak akan pusing dalam hal lain anda dapat fokus dalam hal pemasaran, namun berhematlah untuk tambahan modal kelak, misakan anda ingin menjadi pengusaha keripik, anda membuat keripik singkong dengan modal hanya 10 ribu, anda goreng dan bungkus menjadi 40 bungkus dengan harga satuan Rp.500, sisihkan separuh keuntungan untuk tambahan modal, menjadi 50, 60, 100, 500 dan bukan hal mustahil hingga ribuan bungkus atau pabrikan.
   Bila memilih usaha patungan, sebaiknya Anda membuat surat perjanjian yang mengatur pembagian wewenang dan hasil usaha guna menghindari masalah di kemudian hari.
   Bila meminjam dari lembaga keuangan, maka biasakan untuk membuat laporan keuangan setelah usaha berjalan. Laporan keuangan tersebut mencantumkan pemasukan, pengeluaran, dan aset usaha yang dimiliki. Hal ini dilakukan agar lembaga keuangan tersebut mengetahui secara pasti perkembangan usaha Anda.
2. Lokasi usaha
   Pilihlah lokasi usaha yang banyak dikunjungi atau dilalui banyak orang. Saat menentukan lokasi usaha juga harus memperhitungkan modal yang akan dikeluarkan. Jangan sampai modal Anda terkuras hanya untuk menyewa atau membeli tempat usaha, anda pun dapat melakukannya tanpa mempunyai tempat usaha tapi dengan menitip produk usaha anda dengan memilih ke strategisan lokasi atau tempat usaha mitra anda.
   Sejumlah lokasi usaha makanan yang strategis antara lain di sekitar sekolah atau kampus, kawasan perkantoran, lingkungan pasar dan mal, perumahan, dan tempat wisata.
3. Menu andalan
   Sebelum memulai usaha, sebaiknya Anda melakukan survei terlebih dahulu tentang menu yang beredar di pasar. Lalu, pilihlah menu yang belum banyak dijual di sana guna mengurangi tingkat persaingan. Namun pilihan menu tersebut harus disesuaikan dengan target pasar atau konsumen.  
4. Pemasok bahan baku
   Memiliki pemasok tetap yang dapat memasok semua bahan baku produksi setiap harinya sangat dianjurkan guna kelancaran proses produksi.
   Selain bisa mendapatkan harga relatif murah, anda pun dapat menjadi orang kepercayaan jika anda dalam keadaan sulit atau terjepit modal, selain itu anda juga bisa diprioritaskan bila suatu saat bahan baku yang Anda butuhkan langka di pasaran. Usahakan memiliki lebih dari satu pemasok sebagai alternatif bila pemasok yang satu tidak bisa menyediakan permintaan.  
   Pembelian bahan baku dari pemasok ini biasanya menggunakan sistem pembayaran kredit atau tunai dengan potongan harga. Besarnya potongan harga relatif, tergantung kesepakatan kedua belah pihak, tapi pada umumnya berada pada kisaran 15-20 persen.
5. Sumber daya manusia (SDM)
   Idealnya, karyawan terbagi ke dalam kelompok tukang masak, pelayan, dan kasir. Tapi, bila usaha tergolong kecil, seorang asisten yang dapat mempermudah pekerjaan Anda itu saja sudah lebih dari cukup.
   Jangan lupa untuk memerhatikan kesejahteraan karyawan dengan memberi gaji sepadan dan tepat waktu. Hal ini untuk menjaga kestabilan keterampilan dan kesiapan karyawan.
6. Target pemasaran
   Menyesuaikan jenis usaha dengan target pasar merupakan salah satu kunci sukses menjalankan usaha makanan dan minuman. Walaupun Anda menawarkan harga murah meriah, tapi tidak sesuai dengan selera konsumen ini bisa menjadi kendala.
7. Promosi yang tepat
   Promosi dari mulut ke mulut hingga saat ini tetap menjadi andalan promosi usaha Anda ke banyak orang. Ini berhasil jika Anda bisa memuaskan konsumen dan nantinya mereka pun bisa menjadi pelanggan setia.
   Dari pelanggan setia ini lah cerita tentang keunggulan usaha Anda akan menyebar ke publik. Bila ada dana lebih, tak ada salahnya mempromosikan usaha lewat media, seperti spanduk, papan nama, pamflet, leaflet, atau via jejaring sosial seperti Facebook atau twitter.
8. Perizinan usaha
   Demi keamanan dan kenyamanan usaha, pastikan Anda mengurus surat izin usaha dari instansi pemerintahan atau pihak berwenang setempat.
   Jika usaha semakin berkembang dan besar, ada baiknya segera mengurus Nomor Pokok Wajib pajak (NPWP) bagi usaha Anda, mengurus perizinan ke Kementerian Kesehatan, bahkan kalau bisa mengurus sertifikasi halal untuk semua produk usaha Anda ke Majelis Ulama Indonesia (MUI).
9. Sikap dan perilaku
Penting untuk menjaga sikap maupun perilaku anda saat berhadapan konsumen, semakin anda ramah dan sopan maka akan semakin banyak konsumen yang berniat menjadi pelanggan anda, coba anda bayangkan apakah anda mau berbelanja pada pedagang yang sombong, pelit atau jutek? Apalagi kalau kucel dan dekil.
10. Ora et labora
Ora et labora atau bekerja sambil berdoa adalah kunci keberhasilan anda, berjuanglah dan teruslah berdoa kepada yang maha pemberi dan pengatur rezeki, karena dialah yang menilai hasil kerja keras anda, jangan sesekali memakai magic dalam usaha karena sudah pasti akan hancur walau cepat berkembang, berusahalah bersih.
Nah, tips-tips yang saya ambil dari pengalaman tersebut di atas mungkin bisa jadi masukan bagi Anda yang tertarik untuk membuka usaha makanan dan minuman.
Sekarang, saatnya Anda tentukan menu makanan atau minuman apa yang akan Anda pilih. Anda tidak akan pernah tahu bila Anda tidak mencobanya, ide dapat di buat dari hal sekecil mungkin sesuai kemampuan anda, jangan sia-siakan setiap peluang yang terbuka di depan anda.
Posted by ahmad hamdi

TOKO ONLINE

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Ahmad Khamdi Musthofa,MT -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -